Postingan

Menampilkan postingan dengan label PENGALAMANKU

Memanen Kacang Tanah Milik Kakek

Gambar
Bulan agustus 2014 ini, tumbuhan kacang tanah milik kakekku sudah siap dipanen. Karena tanamannya cukup banyak, jadi kakek yang sudah ditinggalkan nenek meminta saya dan saudaraku untuk turut membantu memanennya. Hari pertama panen, nampaknya sangat sulit dilakukan alasannya yaitu tanah yang keras menciptakan pohon kacang sulit dicabut dan biji kacangnya banyak yang tertinggal di dalam tanah. Bahkan banyak juga yang pohonnya dicabut, ternyata tidak ada kacangnya sama sekali akhir tertinggal di dalam tanah tadi. Karena mulainya sudah agak sore, jadi waktu pun terasa kian cepat. Matahari pun mulai bersembunyi di antara celah-celah pohon jati dan kakao. Akhirnya alasannya yaitu sudah mau magrib, kami yang terdiri dari saya, istriku dan adikku bergegas pulang kerumah. Namun sayang tidak banyak kacang yang berhasil saya panen. Karena ya itu tadi, tanahnya sangat keras. Alhamdulillah sehabis hingga dirumah, bapak saya menyampaikan kalau kacang ini belum terlalu...

Alat Pencungkil Kelapa Manual Yang Memudahkan Petani

Gambar
Hai sahabat petani, kalau Anda yaitu petani kelapa, niscaya s esekali atau bahkan harus berurusan dengan mencungkil kelapa setiap harinya. Ya jelas, namanya petani kelapa, masak mencungkil mesin ATM he he he.. Sahabat, perlu Anda ketahui kebanyakan petani di kawasan Sulawesi tengah memanfaatkan hasil panen kelapanya untuk dijadikan kopra. Kopra yaitu kelapa yang dijemur, lalu umumnya dijual dengan harga per KG kepada pembeli kopra sehabis kering. Nah, untuk menciptakan kopra inilah dibutuhkan yang namanya proses pencungkilan kelapa terlebih dahulu. Tentu itu harus dilakukan, semoga kelapa sanggup dijemur dan dijual tanpa melengket pada tempurung dan kulitnya. Untuk mencungkil kelapa, kebanyakan petani di sini memakai alat pencungkil kelapa manual yang biasanya disebut "cungkilan". Memang alat ini sangat sederhana, akan tetapi dengan adanya alat khusus ini, petani akan dimudahkan dalam aktifitas pencungkilan kelapanya. Sebab, sangat sulit mencungkil kelapa de...

Pengalaman Pertama Menanam Kangkung Darat (Kangkung Cabut)

Singkat kisah sehabis berhenti dari pekerjaan yang cukup membosankan, alhasil saya kembali ke kampung halaman, tinggal di rumah orang bau tanah lagi dan mencoba untuk bertani. Sebenarnya dulu sebelum ke kota, saya juga bertani. Tapi waktu itu hanya membantu orang bau tanah saja sih! Namun berbeda dengan kali ini, lantaran saya harus memulai lagi dan bukan untuk membantu tapi untuk bertani sendiri, dari menanam hingga memanennya. Cukup sulit sih, lantaran selama kurang lebih 6 tahun, saya telah meninggalkan dunia pertanian. Terlebih waktu 6 tahun itu saya gunakan untuk kuliah 1 tahun, kemudian yang 5 tahun saya gunakan untuk bekerja yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan bertani. Mau tau pekerjaan saya sebelumnya apa? Teknisi komputer! Tidak ada hubungannya bukan? Tapi terpaksa harus banting setir demi memenuhi kebutuhan dompet he he.. Sangat sulit memang yang saya rasakan, apa lagi saya harus menanam sayuran, yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Itu la...

Memanen Kacang Tanah Milik Kakek

Gambar
Bulan agustus 2014 ini, tumbuhan kacang tanah milik kakekku sudah siap dipanen. Karena tanamannya cukup banyak, jadi kakek yang sudah ditinggalkan nenek meminta saya dan saudaraku untuk turut membantu memanennya. Hari pertama panen, nampaknya sangat sulit dilakukan alasannya yaitu tanah yang keras menciptakan pohon kacang sulit dicabut dan biji kacangnya banyak yang tertinggal di dalam tanah. Bahkan banyak juga yang pohonnya dicabut, ternyata tidak ada kacangnya sama sekali akhir tertinggal di dalam tanah tadi. Karena mulainya sudah agak sore, jadi waktu pun terasa kian cepat. Matahari pun mulai bersembunyi di antara celah-celah pohon jati dan kakao. Akhirnya alasannya yaitu sudah mau magrib, kami yang terdiri dari saya, istriku dan adikku bergegas pulang kerumah. Namun sayang tidak banyak kacang yang berhasil saya panen. Karena ya itu tadi, tanahnya sangat keras. Alhamdulillah sehabis hingga dirumah, bapak saya menyampaikan kalau kacang ini belum terlalu...

Terkadang Aku Murung Dengan Blog Pertanian Ini

Gambar
Hai sahabat petani, mohon maaf kalau sudah beberapa ahad aku jarang update goresan pena perihal pengalaman bertani di blog tercinta ini. Bukan berarti sok sibuk atau bagaimana, tapi perlu Anda ketahui bahwa dikala ini aku sedang mencari rizki di Kota, dan meninggalkan sementara aktifitas pertanian saya. sangat duka rasanya harus meninggalkan kampung halaman, yang pastinya sangat aku cintai dengan segala keadaannya. Sangat duka bergotong-royong meninggalkan aktifitas pertanian aku selama ini, yang kesannya sempat menghidupi aku selama di kampung. Pasti semua tahu kan bagaimana sedihnya meninggalkan aktifitas dan orang-orang yang kita cintai? Seperti itulah kesedihan saya. Saya harus meninggalkan terong, bayam, dan sayur lainnya yang selama ini telah aku rawat ibarat anak aku sendiri. Sebelum aku berangkat ke kota, hal yang paling menciptakan aku duka yaitu memandangi tanaman bayam aku yang sebelumnya telah aku rawat dengan kasih sayang. Yah, tapi apalah mau di kata, aku k...

Bertani, Akhirnya Jauh Lebih Nikmat Dibanding Menjadi Karyawan

Hai sahabat petani, bagaimana kabar flora Anda? Sehat dan subur kan? he he maaf kok tanamannya yang ditanya ya? Okelah, kali ini aku hanya akan berceloteh wacana bertani, kesannya jauh lebih nikmat dibanding menjadi karyawan. Mungkin ada diantara Anda yang pernah menjadi seorang petani, lalu berhenti dan tetapkan untuk menjadi seorang karyawan. Atau sebaliknya, sebelumnya Anda pernah menjadi karyawan dan kini menentukan untuk bertani. Nah, dari pengalaman tersebut niscaya Anda sanggup menyimpulkan mana yang terbaik antara menjadi karyawan dan seorang petani dalam hal kenikmatan hasilnya. Saya sendiri anak seorang petani, yang dari kecil niscaya hidup di lingkungan petani juga. Namun ketika remaja justru aku bekerja ikut orang lain, yang mana pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan bercocok tanam. Untuk hasilnya, jujur saja lebih besar ketika menjadi karyawan. Sebab dulu aku hanya membantu orang renta saja. Setelah menjadi karyawan, aku mudik dan gres berguru bertani lagi. Anda...

Alat Pencungkil Kelapa Manual Yang Memudahkan Petani

Gambar
Hai sahabat petani, kalau Anda yaitu petani kelapa, niscaya s esekali atau bahkan harus berurusan dengan mencungkil kelapa setiap harinya. Ya jelas, namanya petani kelapa, masak mencungkil mesin ATM he he he.. Sahabat, perlu Anda ketahui kebanyakan petani di kawasan Sulawesi tengah memanfaatkan hasil panen kelapanya untuk dijadikan kopra. Kopra yaitu kelapa yang dijemur, lalu umumnya dijual dengan harga per KG kepada pembeli kopra sehabis kering. Nah, untuk menciptakan kopra inilah dibutuhkan yang namanya proses pencungkilan kelapa terlebih dahulu. Tentu itu harus dilakukan, semoga kelapa sanggup dijemur dan dijual tanpa melengket pada tempurung dan kulitnya. Untuk mencungkil kelapa, kebanyakan petani di sini memakai alat pencungkil kelapa manual yang biasanya disebut "cungkilan". Memang alat ini sangat sederhana, akan tetapi dengan adanya alat khusus ini, petani akan dimudahkan dalam aktifitas pencungkilan kelapanya. Sebab, sangat sulit mencungkil kelapa de...

Pengalaman Pertama Menanam Kangkung Darat (Kangkung Cabut)

Singkat kisah sehabis berhenti dari pekerjaan yang cukup membosankan, alhasil saya kembali ke kampung halaman, tinggal di rumah orang bau tanah lagi dan mencoba untuk bertani. Sebenarnya dulu sebelum ke kota, saya juga bertani. Tapi waktu itu hanya membantu orang bau tanah saja sih! Namun berbeda dengan kali ini, lantaran saya harus memulai lagi dan bukan untuk membantu tapi untuk bertani sendiri, dari menanam hingga memanennya. Cukup sulit sih, lantaran selama kurang lebih 6 tahun, saya telah meninggalkan dunia pertanian. Terlebih waktu 6 tahun itu saya gunakan untuk kuliah 1 tahun, kemudian yang 5 tahun saya gunakan untuk bekerja yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan bertani. Mau tau pekerjaan saya sebelumnya apa? Teknisi komputer! Tidak ada hubungannya bukan? Tapi terpaksa harus banting setir demi memenuhi kebutuhan dompet he he.. Sangat sulit memang yang saya rasakan, apa lagi saya harus menanam sayuran, yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Itu la...